Ayahku adalah seorang prajurit yang patuh dengan tugasnya dan ayahku adalah ayah yang sayang pada keluarganya.
Pada tahun 1988 ayahku ditugaskan di daerah merah atau medan perang yang bertepatan di Timor Timor yang sekarang sudah berpisah dengan nKRI dan mendirikan negara sendiri di sebut Timor Leste. Disanalah ayahku berkerja sebagai abdi negara yang berjuang melawan musuh musuhnya dengan sekuat tenaga. Tak mudah untuk melawan mereka karena merekapun mempunyai senjata yang sangat lengkap serta personil yang lebih banyak dibandingkan dari tim ayahku, maka dari itu banyak prajurit yang berguguran. Disaat itulah jiwa raga harapan dan kerinduan telah dipasrahkan kepada Tuhan. Setiap langkah yang salah akan ada musibah dan setiap tindakan yang diambil tanpa kematangan dapat mendatangkan hal yang tidak diinginkan.
Mati selalu menghampiri tetapi bukan itu yang dikehendaki Tuhan untuk ayahku karena Tuhan tau masih ada hati yang merindukan ayahku. Yaitu ibuku yang selalu menanti kepulangannya dan selalu mendoakannya untuk keselamatannya.
Jauh dimata dekat dihati yang ayah ibuku rasakan walau tak ada tak ada alat yang dapat berkomunikasi semodern sekarang ini. Mereka hanya menulis dan terus menulis di balik foto yang sedang mereka alami. Walau takkan pernah tersampaikan setidaknya bisa jadi cerita yang indah disuatu hari nanti itu adalah alasan ibuku untik terus menulis menceritakan kesedihannya dalam tulisan yang berharap ayahku kelak akan tau sesampainya dirumah nanti.
Ibuku 8 tahun ditinggal bertugas setelah 2 bulan pernikahannya dan saat itu pula ibuku telah mengandung anak pertama ayahku.
Mengandung, melahirkan, dan merawat buah hatinya sendiri tanpa kehadiran seorang suami dan ayah bagi anaknya. Yang terberat adalah ketika anaknya bertanya ayahnya siapa dan dimana itulah derita terberat ibuku untuk menjawab pertanyaan anaknya.
Disitulah ibukku selalu menuliskan coretan coretan kerinduan didalam diarynya.. serta dibalik lembaran foto coretan kerinduan kepada suaminya .
Kesetiaan yang diujikan dengan waktu yang lama hingga 8 tahun berlalu dan bertemu dengan ayahku yang sedang terluka akibat luka senjata.
Sekian lama berpisah lalu disatukan dalam kesakitan.
Tetapi ibuku tetap setia merawat ayahku hingga sembuh lukanya. Hingga ayah dapat bertugas kembali.
Disitulah aku mengerti arti pria yang sukses ada wanita hebat di belakangnya. Tinggalkan cinta untuk negara dan akan bersatu di zona bahagia 😉
Aku bangga jadi keluarga abdi negara 😊




Tidak ada komentar:
Posting Komentar